zmedia

One Shot | Bercinta Dengan Wanita Hamil

Waktu itu aku (Bagas, 35 tahun) sudah menikah, bekerja sebagai manajer properti di Bandung.

Kantor cabang kami di Jakarta mengirim salah satu stafnya untuk dipindahkan ke kantor pusat tempat aku bekerja.

Namanya Siti, seorang bidan yang baru setahun ini merangkap jadi staf administrasi karena ingin pindah domisili.

Siti (27 tahun) punya kulit kuning langsat (favoritku), tingginya sekitar 160 cm, dan dadanya… Gila, penuh berisi banget.

Sejak hari pertama, aku suka curi - curi pandang untuk melihat wajahnya dan tentunya, buat memindai lekuk tubuhnya yang semampai itu.

Awalnya, aku tidak menyadari kalau dia lagi hamil karena dia sering pakai baju longgar. Sialan, setelah aku tahu dia lagi hamil, aku malah jadi tambah pengen mendekatinya. Aku memang dari dulu suka banget melihat cewek hamil.

Rasanya ada sesuatu yang beda, jauh lebih seksi dari cewek biasa, kayaknya lebih gimana gitu! Apalagi tahu dia seorang bidan, fantasi liarku langsung meledak - ledak.

Setelah beberapa minggu masa pendekatan dan aku yakin dia juga punya perasaan yang sama, aku mengajaknya makan siang.

Aku ajak Siti lunch di daerah Dago Atas, padahal kantor kami di pusat kota. Heh, niat banget aku.

Siti bilang suaminya lagi dinas di luar kota selama dua minggu. Waduh, ini sih kesempatan! pikirku.

Setelah mobilku parkir di tempat yang agak sepi dengan pemandangan kebun teh (strategis abis), aku mulai usaha.

Aku mendekat ke arahnya, sambil ngobrol ringan tentang pekerjaannya sebagai bidan.

“Capek, Gas” katanya pelan. “Bahu aku pegal banget”

“Sini, aku pijitin” kataku.

Aku mulai mengelus rambutnya yang sebahu itu, kemudian memijat lehernya dengan pelan. Mata Siti mulai terpejam.

Aku pelan - pelan mencium pipinya. Siti terkejut, tetapi dia diam saja.

Aku melanjutkan dengan mencium bibirnya, lalu mulai melumat pelan.

Awalnya dia tidak membalas. Aku rasa dia masih malu dan merasa bersalah.

Tetapi setelah beberapa saat, tangannya mulai merengkuh leherku dan mulai membalas ciumanku sambil mendesis.

“Mmmhh…!”

Wah, gila! Akhirnya kami pun ber-French kiss ria.

Bibir kami saling berpagut mesra. Hari itu, hanya ciuman saja. Kami masih saling sungkan.

Beberapa hari kemudian, aku melihat Siti kelihatan sedih di kantor.

“Ada apa, Sit?” Ucapku kepadanya.

Dia menjawab kalau keluarganya di kampung ada yang sakit dan dirawat. Tetapi suaminya masih sibuk dinas terus, dia belum sempat menengok.

“Ya sudah, sini aku anterin. Tetapi aku minta bayaran, ya?” Ucapku

“Ih, kok minta bayaran? Mau dibayar berapa, sih?” Dia agak sewot, tapi matanya berbinar.

“Bayar pakai bibir kamu, ya?” kataku. Dia senyum-senyum mendengarnya.

Aku pergi sama Siti pas jam makan siang. Setelah selesai menjenguk, kami meluncur tak tentu tujuan.

Aku gelisah banget, deg-degan setengah mati.

“Hutangnya kapan dibayar?” Aku bertanya pelan pada Siti.

“Terserah kamu” jawabnya dengan enteng.

“Enaknya di mana, ya?” gumamku.

“Terserah kamu saja” jawabnya lagi.

Wah, ini sudah lampu hijau nih, pikirku.

Aku arahkan mobilku ke sebuah guest house rahasia di daerah Ciumbuleuit.

Pas masuk ke pelataran parkir, aku lihat mukanya gelisah banget. Aku pegang tangannya.

“Kalau kamu nggak mau, kita pergi saja. Aku nggak maksa” kataku sambil menggenggam tangannya.

"Aku baik-baik saja" Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

Setelah kami masuk ke kamar yang temaram.

Aku langsung memeluknya erat dan dia membalas pelukanku. Kemudian, bibir kami saling bertaut.

Lumayan lama kami berciuman dengan posisi berdiri, napas kami saling memburu.

Tanganku mulai menjelajahi tubuhnya.

Dari leher, aku usap ke punggung. Pelan-pelan, tanganku mulai meremas payudaranya.

Ugh, montok banget! Memang cewek kalau lagi hamil, payudaranya padat dan montok banget, terasa kencang.

Ciumanku mulai aku arahkan ke telinganya, Aku jilat pelan belakang telinganya.

“Ah..! Ah..! Terus, Yang!” Ucapnya sambil mendesah.

Aku cium lehernya. Siti tambah mengerang, lalu mulai mendesis.

“Sssshhhhhh..! Ahh!”

Ketika jari - jariku sudah mulai mengenai putingnya, kakinya mulai melemah dan langsung aku tahan badannya.

Kemudian, aku bawa dia ke ranjang dan mulai membuka bajunya. Dia hanya pasrah, mendesah dan menggumam tak jelas.

Akhirnya, dia hanya tinggal memakai bra dan celana dalam (CD). Perutnya seksi banget! Kandungannya kira - kira sudah 5 bulan.

Aku mulai mencium perutnya yang besar sambil tanganku meremas payudaranya.

Lalu, aku mulai membuka bra-nya dan terlihatlah payudara yang padat.

Aku mulai mengulum putingnya. Sudah keras banget, tanda dia sudah mulai terangsang.

Tanganku mulai meraba CD-nya dan mengusap dengan jariku. Ternyata CD-nya sudah mulai basah.

Lidahku masih menjilat dan menghisap payudaranya. Tangan kananku sudah berada di dalam CD-nya dan mulai mencari klitorisnya.

"Ooohhh..! ahh..! ahhhh..!" Desahnya semakin keras

Tanganku mulai aktif bergerak di daerah vaginanya yang sudah basah.

Aku buka CD-nya. Lidahku turun ke vaginanya dan mulai menjilat pinggiran vaginanya.

Kemudian lidahku menjilat vaginanya sambil tanganku mengelus perutnya yang hamil.

“Ahh.. Ahhh...Terus, Yang!” desahnya.

Kemudian ku masukkan jari telunjukku ke dalam vaginanya!

"Ouhh.. Aaarghhhhh... Enak, Yang!.. ahhhh" Desahnya lagi.

Aku terus menjilat klitorisnya sambil telunjukku keluar masuk vaginanya, ku jaga temponya karena takut mengganggu kandungannya

Justru malah dia tambah terangsang, kepalaku mulai diremas lembut saking nikmatnya.

Setelah beberapa saat, napasnya tambah memburu. Badannya mulai menegang, Jepitan di vaginanya tambah erat.

“Oh, Sayang! Ahh.. Ahhh.. Aku mau keluar!” Bisiknya.

“Teriak aja sayang, jangan malu! Nggak ada yang dengar kok!” kataku.

“Aaahhh! Aku mau keluar Sayang! Uuuuhhhhh.. aahhh!” Ucapnya

Akhirnya dia orgasme, tangannya tambah keras menekan kepalaku.

Aku sedot dan ku minum semua cairan yang keluar dari vaginanya.

Kami berpelukan dan ku cium bibirnya sambil mengelus perutnya yang seksi.

"Aku ingin rasakan kontol kamu di mulutku" Katanya dengan genit.

Kemudian, dia mencium kontolku dan lidahnya mulai menari-nari di ujungnya. Tangannya mengocok-ngocok serta berputar-putar dari pangkal sampai leher kontolku.

Hingga beberapa saat.

“Udah ya mainin kontoku, nanti malah keluar di mulut kamu” Ucapku sambil ku pegang kepalanya.

“Biar aja! Aku pengen rasain punya kamu!” Ucapnya

Akhirnya, aku angkat juga kepalanya dan melumat bibirnya. Aku raih badannya dan aku bikin dia telentang.

Aku posisikan badanku di atasnya dan mulai arahkan kontolku ke liang vaginanya. Aku pelan-pelan masukkan.

Dengan sedikit usaha dan desahan tertahan, akhirnya aku berhasil memasuki vaginanya. Tangannya memeluk erat punggungku.

“Aaahhh.. terus Yang..! Aku Milikmu! Ahhh...” Ucapnya

Kontonku sudah masuk semuanya. Pelan-pelan ku gerakan. nikmat, tapi agak susah karena terhalang perutnya.

Aku angkat badan nya dan dia bersandar di bagian kepala kasur. Di bawah pantatnya, aku alasi bantal supaya lebih tinggi.

Sambil ku cium bibirnya, aku masukkan lagi kontolku ke vaginanya.

Blesstt..!

"Ahh.. Ahh.. Yang pas banget posisinya!” Ucapnya sambil mendesah.

Aku juga merasa demikian, karena perutnya tidak menghalangi gerakanku.

“Terus Yang kok berhenti?” Tanya nya

“Aku pengen nikmatin dulu rasa ini sayang” jawabku.

Aku mulai bergerak perlahan, maju mundur dengan tempo yang aku jaga.

Bibirku melumat putingnya dan tanganku meremas payudaranya, sambil mengelus perutnya yang seksi.

Dengan tempo yang tetap aku jaga, disertai elusan, rabaan, dan ciuman dariku.

Aura nafsu di antara kami semakin kuat, sesekali aku cium ketiaknya yang putih!

“Aahhh.. Aahhh.. Ahhhh.. Geli Yang!” Ucapnya sambil mendesah.

Tak lama badan nya mulai menegang.

Tangannya tambah erat mencengkeram lenganku, tanda dia mau orgasme.

Gerakanku percepat, tambah cepat! Aku juga mulai merasa sudah di ujung!

“Aahhh.. Aahhh.. Ahhhh.. Enak Sayang!” Desahnya.

Ketika aku merasa mau keluar, aku langsung lumat bibirnya dan dia tambah keras mencengkeramku.

“Aahhhhhhh.. Yang Aku mau keluar!” Ucapnya.

“Aku juga mau keluar sayang!” Ucapku.

Akhirnya kami orgasme bersama, sperma yang aku tahan sejak tadi membasahi dalam vaginanya!

Aku cium bibirnya yang seksi sambil ku peluk dia.

“Sumpah sayang, tadi nikmat banget.” Ucapnya

"Sama sayang” Ucapku.

Setelah kami puas berpelukan, kami pun mandi bareng.

Ku sabuni badannya dengan lembut, daerah yang paling lama aku sabuni adalah daerah perutnya.

“Kamu suka perutku, ya?” Tanya nya

“Iya Sit, Aku suka sama cewek hamil” bisikku.

“Terus, kalau aku sudah melahirkan, kamu masih suka nggak sama aku?” tanyanya lagi.

Aku hanya senyum tak menjawab, sambil mencium bibirnya ku basuhi badannya.

Beberapa saat kemudian kami selesai mandi dan selesai memakai pakaian. Kami pun balik ke kantor.

Aku hitung-hitung, 5 kali aku Bercinta sama Siti sampai kandungannya berusia sekitar 8 bulan.

Setelah Siti melahirkan, aku dan dia tidak pernah bercinta lagi. Tetapi hubungan aku sama Siti tetap baik sampai sekarang.

Dia sempat mengajakku menengok anaknya dan aku datang sebagai teman kantor yang baik.

Fantasi liarku terpuaskan dan dia kembali menjadi bidan profesional lagi.

Terimakasih Sudah Membaca..!!!

• Salam author ¥•AC - KZ•¥